ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Pengertian Organisasi

Organisasi berasal dari bahasa Yunani Organon yang berarti alat, sehingga arti organisasi adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah.
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan saling bekerja sama antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :

  1. Orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
  2. Tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau kedudukannya masing-masing.
  4. Pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan (job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
  5. Teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
  6. Struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
  7. Lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang organisasi.

Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :

  1. Tujuan organisasi yang jelas
  2. Tugas yang dilakukan harus jelas
  3. Pembagian tugas yang adil
  4. Penempatan posisi yang tepat
  5. Adanya koordinasi dan integrasi

Ilustrasi Aksi Mahasiswa

ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Prinsip dasar dari Organisasi Kemahasiswaan adalah :

  • Dasar SK Mendikbud No. 155/U/1998
  • Wahana dan Sarana Pengembangan Diri
  • Prinsip : Dari, Oleh dan Untuk Mahasiswa (Psl 2)
  • Bertanggung jawab kepada Pimpinan PT (Psl 6)
  • Fungsi : Perwakilan, Pelaksana, Komunikasi, dsb.

Organisasi mahasiswa dapat dibagi dalam beberapa bentuk antara lain yaitu :

  1. Organisasi kemahasiswaan intra kampus, adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi.
  2. Tujuan pendidikan tinggi adalah: (a) Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian. (b) Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetatman, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Contoh dari organisasi mahasiswa intra kampus adalah : BEM, DPM, HIMA/HMJ.
  3. Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, adalah kegiatan kemahasiswaan yang meliputi: penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa dan bakti sosial bagi masyarakat. Contoh dari organisasi ekstra kampus adalah HMI, KAMMI, GMNI, GMKI, PMII dsb.
  4. Organisasi kemahasiswaan kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas kampus. Contoh untuk organisasi yang berbasis kedaerahan seperti Ikatan Mahasiswa Jakarta (IKADA), Lampung (HIPMALA), Papua dll.
  5. Organisasi kemahasiswaan profesi, Contoh untuk organisasi yang berbasis profesi adalah Himpunan Mahasiswa Arsitektur Indonesia(HMAI), Perhimpunan Mahasiswa Informatika Nasional (PERMIKOMNAS) dll.

Lembaga kemahasiswaan adalah cermin aktualisasi fungsi mahasiswa sebagai intelektual dan Agent Of Change yang menjunjung tinggi kesucian idealisme dan moral. Lembaga-lembaga kemahasiswaan ini secara keseluruhan menciptakan apa yang disebut dengan Students Governance atau pemerintahan mahasiswa.

ORGANISASI MAHASISWA INTRA KAMPUS

Organisasi kemahasiswaan intra kampus adalah organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan kampus dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan dari kampus.
Para aktivis Organisasi Mahasiswa Intra Kampus pada umumnya juga berasal dari kader-kader organisasi ekstra kampus ataupun aktivis-aktivis independen yang berasal dari berbagai kelompok studi atau kelompok kegiatan lainnya.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ialah lembaga kemahasiswaan yang menjalankan organisasi serupa pemerintahan (lembaga eksekutif). Dipimpin oleh Ketua/Presiden BEM yang dipilih melalui pemilu mahasiswa setiap tahunnya.

Tugas pokok dan Fungsi BEM

  1. Sebagai mandataris MPM, melaksanakan apa yang diamanatkan Sidang Umum KM (SU-KM)
  2. Membuat rencana program kerja kegiatan mahasiswa sesuai dengan departemen/kementrian.
  3. Mengkoordinasi kegiatan mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
  4. Menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler dan Extra Kurikuler mahasiswa.
  5. Mengawasi kinerja UKM dan HMJ melalui departemen/kementrian terkait.

Anggota BEM berasal dari mahasiswa yang dipilih pada saat Pemilihan Umum Mahasiswa.

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) adalah organisasi mahasiswa Intra Universitas di Indonesia yang dibentuk untuk mewakili dan mengaspirasikan suara dari mahasiswa itu sendiri. Jika dalam Republik Indonesia mempunyai DPR sebagai lembaga aspirasinya, maka dalam lingkup Universitas terdapat DPM.

Tugas Pokok dan Fungsi DPM

  1. Sebagai penghimpun aspirasi dari mahasiswa dan menyalurkannya kepada BEM sebagai pelaksana aspirasi.
  2. Fungsi Horizontal yaitu sebagai lembaga pengawas BEM
  3. Fungsi Vertikal bersama dengan BEM sebagai lembaga untuk berdiskusi dan menyuarakan asprasi mahasiswa ke jajaran manajemen Universitas.

Anggota DPM berasal dari mahasiswa yang dipilih pada saat Pemilihan Umum Mahasiswa.

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)

Himpunan Mahasiswa Jurusan
adalah organisasi mahasiswa intra kampus yang terdapat pada jurusan keilmuan/Jurusan dalam lingkup fakultas tertentu. Umumnya bersifat otonom dibawah koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa.

Tugas pokok HMJ adalah :

  1. Mewakili mahasiswa pada tingkat jurusan di lingkungan lembaga.
  2. Menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat penalaran dan keilmuan, serta kegiatan pengembangan yang bersifat ko-kurikuler sesuai Jurusan pada jurusan.
  3. Sebagai pemberi pendapat, usul, dan saran kepada ketua Jurusan yang bersangkutan, terutama yang berkenaan dengan pelaksanaan fungsi dan mencapai tujuan lembaga.
  4. Membentuk panitia pemilihan dan pelantikan ketua HIMA yang baru untuk masa bakti periode selanjutnya, dan bertanggungjawab kepada ketua Jurusan yang bersangkutan.

Fungsi HMJ adalah :

Sebagai wahana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat penalaran dan keilmuan, serta kegiatan pengembangan profesi sesuai Jurusan pada jurusan.

Anggota HMJ adalah seluruh mahasiswa jurusan yang bersangkutan

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para aktivis yang ada di dalamnya. Unit Kegiatan Mahasiswa terdiri dari tiga kelompok :

  1. Unit-unit Kegiatan Olahraga
  2. Unit-unit Kegiatan Minat Bakat
  3. Unit-unit Kegiatan Kerohanian.

Tugas Pokok UKM Adalah: Merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler di tingkat Sekolah Tinggi dalam bidang tertentu, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Fungsi UKM adalah: Sebagai wahana untuk merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan ekstra-kurikuler di tingkat Sekolah Tinggi dibawah koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa.

Anggota UKM
adalah seluruh mahasiswa.

SIFAT ORGANISASI KEMAHASISWAAN

  1. Mandiri, artinya organisasi kemahasiswaan memiliki hak dan kewenangan penuh untuk menentukan aktivitas dan kelangsungan hidupnya. Batas hak dan kewenangan itu terletak pada persinggungan dengan hak lembaga/institusi lain di luar organisasi kemahasiswaan. Oleh karena itu pola hubungan antara organisasi kemahasiswaan dengan lembaga/institusi lain bukanlah merupakan pola superordinat-subordinat atau subyek-obyek. Pola hubungan yang dikembangkan dengan institusi lain adalah pola hubungan kerja sama dalam suasana saling menghormati dan saling bertanggung jawab dengan dilandasi oleh aturan-aturan hukum maupun moral yang telah disepakati bersama.
  2. Kekeluargaan, artinya sistem dan mekanisme yang dikembangkan dalam pola hubungan internal antar elemen dalam organisasi kemahasiswaan maupun pola hubungan eksternal dengan institusi lain diluar organisasi mahasiswa dilaksanakan dalam suasana dan semangat yang bersifat kekeluargaan.
  3. Adil, artinya sistem dan mekanisme yang diberlakukan dalam kehidupan kemahasiswaan menjamin seluruh elemen dalam organisasi kemahasiswaan untuk memiliki hak, wewenang, dan kewajiban yang seimbang dan proporsional sesuai dengan perannya. Setiap elemen memiliki kesempatan dan kebebasan yang sama untuk mempergunakan haknya. Dalam konteks kontrol kebijakan organisasi, kesempatan dan kebebasan untuk mempergunakan haknya ini diartikan dalam bentuk dibuka dan dihidupkannya ruang bagi oposisi dalam organisasi.
  4. Aspiratif dan Partisipatif, artinya sistem yang berkembang menempatkan naiknya aspirasi dan semaraknya partisipasi dari bawah sebagai target utama, sehingga akan tercipta dinamisasi dunia kemahasiswaan yang kokoh di tingkat bawah. Sistem akan menjamin berlangsungnya proses pembelajaran, pencerdasan, dan pemberdayaan seluruh elemen organisasi di setiap lini.
  5. Representatif, artinya sistem yang dipergunakan dalam mekanisme pengambilan keputusan dan tindakan badan kelengkapan organisasi betul-betul merupakan perwujudan atau representasi dari keinginan seluruh mahasiswa di tingkatnya masing-masing. Artinya kebijakan dan sistem perwakilan yang dipergunakan mencakup seluruh unsur secara proporsional.
  6. Efisien dan efektif, artinya struktur, mekanisme, dan fungsi berbagai elemen yang dibentuk dalam organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Birokratisasi, dualisme fungsi, dan tumpang-tindihnya peran antar badan kelengkapan tidak dimungkinkan terjadi. Badan kelengkapan di tingkat unit aktivitas, tingkat jurusan, tingkat antar jurusan, dan tingkat pusat memiliki fungsi dan kewenangan sendiri, akan tetapi tetap terintegrasi secara utuh dalam satu visi dan orientasi. Setiap tingkat tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan tingkat yang lain secara langsung, sehingga pola hubungan yang tercipta merupakan pola koordinasi. Pola ini menciptakan profesionalisasi fungsi elemen/badan kelengkapan dalam organisasi kemahasiswaan tanpa melupakan harmonisasi gerak dalam kesatuan visi dan orientasi.
  7. Transparan, artinya seluruh aspek dalam pengambilan keputusan dan kebijakan organisasi harus bersifat terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat diketahui dengan mudah oleh khalayak.

#Diolah dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: