Buku “BAe Hawk Mk.53 Sebuah Lintasan Sejarah di Langit Nusantara”

Posted in Pemikiran on 7 March 2016 by Bambang Ts

caver-depan-belakang-final2-1

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang kami beri judul “BAe Hawk Mk.53, Sebuah Lintasan Sejarah di Langit Nusantara” sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian pesawat BAe Hawk Mk.53 selama 35 tahun sebagai bagian alat utama sistem senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Tercatat 20 unit pesawat yang pernah dioperasionalkan TNI AU dan pernah mengemban dua fungsi strategis, yaitu sebagai pesawat jet latih lanjut (advanced jet trainer) serta sebagai pesawat tempur operasional sehingga patut untuk dikenang dan diabadikan sebagai bagian sejarah Bangsa Indonesia. Buku ini disusun setelah melakukan observasi dan penelitian terhadap beberapa literatur baik cetak maupun online, dan mewawancarai secara langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa pelaku sejarah sejak proses pemilihan pesawat BAe Hawk Mk.53 sebagai pesawat jet latih lanjut untuk mengganti pesawat L-29 Dolphin sampai dengan akhirnya pesawat BAe Hawk Mk.53 diabadikan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Continue reading

Quo Vadis Perampingkan Tipe Pesawat Tempur TNI AU

Posted in Pemikiran, Pertahanan with tags , , , on 4 December 2014 by Bambang Ts

Ilustrasi Pesawat Tempur TNI AU

Pendahuluan

Puncak acara hari ulang tahun (HUT) TNI ke-69 tahun 2014 kemarin yang disebut-sebut sebagai gelaran terbesar yang pernah dilaksanakan oleh TNI sejak tahun 1960an dengan menampilkan hampir seluruh Alat Utama Sistem Senjata dari ketiga matra TNI yang dipadukan dalam beberapa atraksi yang memukau. TNI Angkatan Udara misalnya mengerahkan ratusan pesawat untuk memeriahkan acara tersebut yang didalamnya termasuk puluhan pesawat tempur seperti pesawat Sukhoi Su-27SKM dan Su-30MK2, pesawat F-16 Fighting Falcon, pesawat F-5 Tiger II, pesawat T-50i Golden Eagle, pesawat Hawk 100/200 dan pesawat Counter Insurgency (COIN) terbaru EMB-314 Super Tucano. Dari tampilan fly pass saat HUT TNI kemarinlah banyak masyarakat yang akhirnya mengetahui bahwa banyak jenis pesawat tempur yang dioperasikan oleh TNI dan khususnya TNI Angkatan Udara, sehingga memunculkan banyak pertanyaan dimasyarakat awam, semisal kenapa harus ada berbagai jenis pesawat yang dioperasikan?, apakah jenis tersebut tidak bisa dirampingkan?, bagaimana dengan perawatannya?, dan lain-lain. Continue reading

Tantangan Pertahanan Negara Sang Presiden Terpilih

Posted in Pemikiran with tags , on 24 July 2014 by Bambang Ts

Eforia kampanye dan aksi dukung mendukung calon presiden menjelang pelaksanaan pemilihan presiden 2014 di masyarakat Indonesia saat ini merupakan sebuah keniscayaan dari salah satu proses demokrasi dimana pemimpin bangsa ditentukan langsung oleh rakyat yang dipimpinnya. Antusiasme masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para calon presiden merupakan bukti bahwa masyarakat semakin sadar akan tantangan yang begitu nyata yang dihadapi bangsa ini sekarang, dan berharap kepada sang calon presiden dapat menjawab seluruh harapan dari masyarakat tersebut dan membawa Indonesia menjadi Negara yang aman dan sejahtera sebagaimana menjadi tujuan didirikannya Negara dalam alinea keempat pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Saat ini, Indonesia dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan yang serius sebagai sebuah Bangsa dan Negara, salah satunya menyangkut ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik yang berasal dari luar atau dari dalam negeri, berbentuk ancaman militer maupun nirmiliter.

Tantangan Militer

Tantangan kedaulatan yang berbentuk ancaman militer sebagian besar bersumber pada potensi terjadinya konflik perbatasan antara Indonesia dengan Negara tetangga baik menyangkut pebatasan didarat maupun dilaut (maritim). Didarat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga Negara yaitu: Malaysia, Papua New Guinea dan Timor Leste. Sedangkan dilaut Indonesia berbatasan dengan 10 Negara yaitu: Malaysia, Singapura, Papua New Guinea, Thailand, Filipina, Republik Palau, India, Vietnam, Australia, dan Timor Leste dimana beberapa perbatasan tersebut sampai dengan saat ini belum mempunyai kesepakatan/perjanjian final sehingga dapat menimbulkan gesekan dikemudian hari. Potensi konflik tersebut antara lain seperti di perbatasan darat Indonesia dan Timor Leste yang masih menyisakan sengketa di beberapa segmen batas Negara, seperti di Haumeni Ana Kabupaten Timor Tengah Utara yang pada 2012 sempat memicu bentrok terbuka antar penduduk perbatasan. Selain itu, di perbatasan darat Indonesia dan Malaysia juga tidak lepas dari masalah yang bersumber pada sering bergesernya patok batas Negara yang semakin lama banyak yang masuk ke wilayah Indonesia. Continue reading

Personal Security Pentingkah dalam Pertahanan Negara ?

Posted in Kebangsaaan, Pemikiran, Pertahanan, Teknologi with tags , , , on 10 June 2014 by Bambang Ts

Ilustrasi PERSEC

Pendahuluan

Personal Security atau dikenal dengan singkatan PERSEC sering sekali kita dengar dalam berbagai film keluaran hollywood yang bergenre perang, yang secara umum dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut data/informasi mengenai personel sipil/militer yang terlibat dalam sebuah operasi dengan tujuan mengamankan data/informasi tersebut agar tidak diketahui oleh pihak lawan. PERSEC berfokus pada melindungi informasi seperti pangkat, satuan, kualifikasi, alamat rumah dan informasi tentang keluarga personel sipil/militer yang ditakutkan apabila data/informasi tersebut tersebar dan atau jatuh kepada pihak lawan akan dapat mendatangkan kerugian baik secara langsung atau tidak dalam sebuah operasi dan organisasi. Perkembangan teknologi internet saat ini yang salah satunya ditandai dengan berkembangnya jejaring media sosial yang digunakan sebagai media interaksi tentunya menjadi tantangan nyata dalam implementasi PERSEC, karena sebagai manusia biasa para personel sipil/militer juga banyak terlibat aktif bahkan sebagian menjadikannya sebagai bagian dari lifestyle atau gaya hidup sehingga apabila kaidah-kaidah yang seharusnya dilakukan untuk menjaga PERSEC tidak dilakukan ketika menggunakan media sosial maka bukan hal susah untuk mengetahui PERSEC yang seharusnya disembunyikan.

Dalam UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dalam Bab 5 Informasi yang dikecualikan khususnya dalam pasal 17 dijelaskan jenis-jenis informasi yang dikecualikan untuk dapat secara bebas diakses oleh publik karena ditakutkan dapat membahayakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau yang berkaitan dengan penyelenggaraan sistem pertahanan dan keamanan Negara. Undang-undang tersebut seyogyanya dapat menjadi dasar Kementrian Pertahanan atau Mabes TNI membuat aturan resmi/standar baku yang dapat mengamankan data pribadi (PERSEC) para personel sipil/militer yang berhubungan langsung dengan Pertahanan Negara khususnya ketika menggunakan media sosial dan program aplikasi dalam jaringan internet lainnya, karena media sosial memungkinkan segala informasi personal dapat tersebar secara cepat, luas dan sistematis, sehingga diharapkan jika ada standar baku maka para personel tersebut dapat menggunakan media sosial secara bijak ketika menyangkut PERSEC. Continue reading

Catatan 2013: Heboh Penyadapan, Kontra Intelijen dan Keamanan Informasi

Posted in Kedaulatan, Pertahanan, Teknologi with tags , , , on 1 January 2014 by Bambang Ts

Selama tahun 2013, terdapat beberapa peristiwa yang menonjol dan menjadi catatan penting untuk menjadi bahan perenungan Bangsa ini. Peristiwa tersebut diantaranya menyangkut jerat Korupsi yang semakin menjadi-jadi bahkan sudah masuk ke Lembaga Tinggi Negara yang seharusya menjadi “Wakil Tuhan” di Negeri ini, krisis daging dan  beberapa jenis bahan pangan pokok lain yang membuat Rakyat Negeri yang katanya “Agraris” dan “Gemah Ripah Loh Jinawi” ini menjerit, dan yang paling terakhir adalah heboh penyadapan para petinggi Negara oleh Badan Intelijen Australia pada tahun 1999 yang mengakibatkan hubungan bilateral Indonesia-Australia sempat renggang, bahkan berakibat pemutusan beberapa kerjasama yang menyangkut militer dan Intelijen kedua Negara. Heboh penyadapan yang menimpa para petinggi Indonesia awalnya hanya sebatas kesaksian Edward Snowden, seorang mantan personel kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency atau NSA) yang kemudian menjadi pembocor tentang operasi penyadapan yang dilakukan oleh NSA terhadap komunikasi yang dilakukan beberapa kepala pemerintahan dalam Pertemuan Puncak G20 dimana diduga Indonesia juga menjadi salah satu korban dari penyadapan negara adi kuasa tersebut. Soal dugaan keterlibatan Australia dalam praktek penyadapan dan jaringan spionase global Amerika Serikat pertama kali dilansir Harian The Sydney Morning Herald pada Kamis, 31 Oktober 2013 yang mengungkapkan bahwa Negara Kanguru tersebut menggunakan kantor-kantor kedutaan di Asia, termasuk di Indonesia untuk menyadap telepon dan data rahasia. Namun berita tersebut tidak serta merta membuat Pemerintah Indonesia bereaksi. Baru ketika media Inggris The Guardian pada tanggal 17 November yang menurunkan berita berjudul Australia’s spy agencies targeted Indonesian president’s mobile phone yang memuat Slide yang dikeluarkan oleh Defence Signals Directorate (DSD) Departemen Pertahanan Australia yang berjudul “Indonesian President Voice Intercept” dan berisi target penyadapan DSD terhadap para petinggi Indonesia pada bulan Agustus 2009, barulah pemerintah Indonesia bereaksi keras yang berujung pada pemanggilan pulang Duta Besar Indonesia untuk Australia dan penghentian kerjasama militer dan beberapa kerjasama lain. Continue reading

Urgensi Penguatan Peran Penerangan TNI

Posted in Kedaulatan, Pemikiran, Pertahanan, Teknologi with tags , , , , on 20 October 2013 by Bambang Ts

Ilustrasi Defense Media Network

Semakin majunya perkembangan teknologi komunikasi, informasi dan internet tahun-tahun terakhir merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh Negara manapun di dunia, padahal perkembangan tersebut selain membawa peluang untuk memajukan sebuah Negara namun juga membawa ancaman yang bukan tidak mungkin dapat menghancurkan sebuah Negara. Salah satu yang berkembang pesat adalah media massa yang dahulu hanya didefinisikan sebagai media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas yang terdiri dari media cetak (koran, majalah dll) dan media elektronik (radio, televisi dll), namun sekarang sudah berkembang dan bergeser menjadi media massa tradisional dan media massa modern [1]. Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa digolongkan sebagai berikut: surat kabar, majalah, radio, televisi, film dan lain-lain, sedangkan media massa modern adalah media massa yang lahir seiring perkembangan teknologi jaringan internet dan komunikasi seperti social media, blog, website, portal berita online, radio digital, televisi digital dan lain-lain. Dengan komunikasi yang sangat canggih saat ini, jarak dan waktu bukanlah menjadi hambatan untuk menyelenggarakan komunikasi secara real time sehingga informasi bisa didapat dengan segera pada menit-menit pertama informasi tersebut dibutuhkan untuk mengeksekusi sebuah kebijakan. Namun dibalik kemudahan tersebut terdapat sebuah ancaman besar jika perkembangan tersebut tidak dikuti dan dikelola secara baik oleh para pemangku kebijakan, karena bukan hanya berpotensi merusak kebhinekaan yang menjadi sendi kehidupan bernegara, namun juga dapat menghancurkan negara secara asimetris. Continue reading

Prajurit, Media Sosial dan Ancaman Pertahanan

Posted in Kedaulatan, Pemikiran, Pertahanan, Teknologi with tags , , , on 24 September 2013 by Bambang Ts

PENDAHULUAN

“…Kenalilah dirimu, kenalilah musuhmu, maka dalam seratus pertempuran kamu tidak akan pernah kalah.” Begitulah ungkapan terkenal dari Sun Tzu, sang ahli strategi perang asal negeri China untuk mengajarkan bahwa dalam memenangkan sebuah peperangan maka diperlukan pengetahuan dan informasi yang cukup tentang semua yang dimiliki oleh kawan maupun lawan, dan yang bersifat langsung maupun yang tidak langsung. Bersifat langsung bisa didefinisikan sebagai segala faktor yang mempengaruhi dan berhubungan langsung dengan kekuatan pertahanan, semisal persenjataan, teknik, taktik, jalur logistik, jumlah personel dan lain-lain. Sedangkan bersifat tidak langsung dalam konteks ini bisa didefinisikan sebagai segala sesuatu yang tidak berpengaruh langsung dengan kekuatan pertahanan namun dapat mempengaruhi kekuatan pertahanan tersebut, semisal kondisi kehidupan keluarga prajurit yang tentunya berpengaruh besar pada psikologi prajurit dalam menjalankan tugas, padahal prajurit merupakan salah satu bagian dari tiga hal yang sangat berpengaruh dalam kekuatan pertahanan negara selain masalah peraturan perundang-undangan sebagai pijakan hukum dan alat utama sistem senjata (ALUTSISTA).

Perkembangan teknologi infomasi baik jaringan internet maupun satelit yang semakin pesat di millenium ke-3 ini membuat apa yang dulu susah payah dilakukan oleh para pencari informasi nampak menjadi begitu mudah dilakukan, karena banyak informasi yang muncul dengan sendirinya. Kemunculan social media atau media sosial dengan perkembangannya yang cukup pesat sampai dengan saat ini yang ditandai dangan lahirnya berbagai bentuknya media sosial semisal blog, jejaring sosial, wiki, forum dunia maya dan dunia virtual menjadikan manusia dapat membangun relasi yang spesifik dengan berdasarkan visi, misi, ide, gagasan, pertemanan, asal daerah, profesi dan lain-lain secara global tanpa memandang ruang dan waktu. Kemunculan situs jejaring sosial seperti myspace, linkedin, faceebok, twitter dan lain-lain menjadi suatu fenomena luar biasa dan dalam perkembangannya, jejaring sosial tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidup bahkan menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat, tidak terkecuali para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kondisi ini tentunya mempunyai dampak positif dan negatif, dampak positifnya adalah kemudahan menyampaikan informasi, komunikasi, mendapatkan wawasan dan pengembangan diri bagi prajurit sehingga mereka dapat beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola relasi pertemanan, sedangkan dampak negatif dari kondisi ini adalah sangat riskannya penyebaran informasi yang tidak semestinya, yang dapat berakibat pada kebocoran informasi yang seharusnya dirahasiakan. Continue reading